Mimpi

Samar-samar aku dapat melihat jelas wajah seorang wanita. Matanya semerah darah menatapku tajam. Dia tersenyum menampilkan wajah yang cantik seperti dewi yunani. Rambut putih dan keemasannya dibiarkan terurai tanpa ikatan.

"Halo? Anda harus bersiap berkorban untuk saya." Dia berkata dengan wajah tersenyum. Meninggalkan kami entah kemana dengan ikatan sihir yang melilit tubuh saya.

Dia...aku juga tidak tahu siapa dia.

"Hei!" Aku memanggil temanku yang memiliki kondisi sama.

"Mm??"
Aku tahu dia suka tidur, namun mengapa dia masih bisa tertidur saat kondisi seperti ini.

"Bangun, kau tahu kita disekap?"
Aku bertanya kepada Temanku, tak kunjung memberikan jawaban membuatku kesal.

"Aku dengar kau ditinggal mantan-"

"Jangan mengungkit, itu mengesalkan. "
Aku tahu ini akan membuatnya berbicara dan tidak bisa tidur. Yah maaf

"Kenapa tak berdiskusi cara melepaskan ini."
Kepalaku menunjuk pada ikatan-ikatan sihir bercahaya.

"Hanya dia yang bisa melepaskan."

"Ngomong-ngomong, apa sebelumnya kita pernah bertemu dengannya?"
Aku bingung, dia berbeda dengan orang-orang di negara ini. Bahkan lebih cantik dari pada cosplay atau karakter film.
"Hei, jangan-jangan ini prank."

"Bodoh,"
"Dia adalah Isabella. "

"Siapakah dia?"
Aku mungkin lupa?

"Masih ingat dengan Izac? Bocah yang mati karena bintang."

"Wait, she is little sister of Izac, huh?"
Aku terkejut.

"Yeah, aku gak tahu gimana caranya dia menculik kita,"
"Tapi, aku yakin dia ingin balas dendam."

Isabella adalah Adik dari Isaac Zosymus De Tyroon Uriharangeleix. Dia seharusnya mati bunuh diri bersama issac. Lalu roh Izac masuk ke dalam tubuh issac. Satu masalah, aku tidak tahu umur Isabella dan bagaimana dia dapat menggunakan sihir. Aku rasa dalam dunianya tidak ada sihir.

"Kalau begitu, mari pasrah saja."
Aku bergumam

"Lebih cepat menyerah dari pada yang saya kira." Dia Isabella, wanita dengan mata merah. Padahal dulu aku membayangkan dia memiliki bola mata emas berkilau.

"Apa kau ingin balas dendam?"
Aku bertanya kepada Isabella

"Tidak saya ingin kalian menjadi penonton. Sama seperti kami. " Maksudnya menjadi sama seperti roh namun hidup.

"Lalu apakah kau akan puas?" Kali ini teman saya bertanya

"Mungkin saja." Isabella, wajahnya terus tersenyum.

"Kalau begitu nikmati 10 tahun di dunia saya."
Itulah ucapan terakhirnya...

Karena, aku bangun. Ternyata ini hanya mimpi

 Note: jangan seru-seru baca novel nanti kebawa mimpi 😅

Komentar

  1. weh hahaha, tetap semangat >.<

    BalasHapus
  2. andai aku bisa ketemu tokoh d novel meskipun hanya dimimpi.

    BalasHapus

Posting Komentar