Bertemu Tokoh Figuran
Pada hari aktivitasku tidak berubah dengan hari-hari lainnya. Bermain di ruangan nenek dengan buku-buku usang termakan usia.
Baru seminggu sejak aku dapat memasuki ruangan nenek dengan cara yang salah, ya aku mencuri kunci pintu dari mamaku. Di lemari penuh buku-buku. Ada satu yang menarik perhatian. Buku yang masih seperti baru di cetak dan memiliki warna paling cerah dari buku-buku yang lain. Kemudian aku membuka lembar demi lembar. Tidak ada yang menarik di sini. Lembaran bersih dan tak ada satu pun huruf yang tertulis.
Dengan bosan aku meletakkan buku tersebut kembali ke tempatnya. Aku menghela napas, bosan dengan aktivitas ini. Seharusnya aku pergi ke rumah temanku.
Setelah aku membuka pintu ruangan aku sangat terkejut. Lorong dengan patung-patung emas berdiri di sepanjang jalan. Ada orang-orang cantik tak jauh dari tempatku berada. Haruskah aku bertanya kepadanya?
Dengan berani aku mendekatinya. Dia mengacuhkan ku yang sudah berada di depan matanya.
"Permisi?"
Masih berbincang dengan wanita berambut merah bergelombang.
Tangannya seperti akan menjangkau wajah ku.
"Dia bisanya ada disana."
Tunjuk wanita dengan rambut emas. Ah mereka terlalu cantik menjadi manusia. Bukan ini mimpi kah? Aku tidak dapat merasakan tangannya menyentuh wajahku. Tangannya..menmbus.
Gila, aku mulai berteriak memanggilnya. Namun mereka tidak menjawab dan meninggalkan Lorong sepi ini.
Dengan takut aku kembali ke dalam ruangan dari mana aku berasal. Hal terakhir yang aku lakukan adalah membuka lembaran kertas kosong kemudian meletakkan nya kembali ke lemari.
"Semoga ini berhasil."
Aku membuka pintu ruangan nenek lagi. Cahaya redup menyinari ruangan. Dan ini rumah. Aku tersenyum senang dengan penemuan ini. Kalau dipikir pikir wanita itu mirip tokoh figuran novel yang pernah aku buat, aku ingat dia Isabella, adik dari pemeran utama.
Komentar
Posting Komentar